Rabu, 24 April 2013

100 Daftar Impian (soft skill #kewirausahaan )


100 DAFTAR IMPIAN SAYA

1.      Mau beli handphone blackberry yang terbaru
2.      Mau beli kamera Canon edisi terbaru
3.      Mau kurusin badan
4.      Mau dapetin IPK 3,5
5.      Mau ketemu pemeran utama pemain film Twilight
6.      Mau ke Paris bersama keluarga
7.      Mau makan malam sama salah satu teman SMP saya
8.      Mau beli IPAD dan Samsung galaxy  S4
9.      Mau punya rambut panjang
10.  Mau pelihara kucing persia dan kelinci anggora
11.  Mau jadi penyayi POP terkenal
12.  Mau buka tempat karoke
13.  Mau belajar menyetir mobil
14.  Mau beli kacamata victoria beckham
15.  Mau foto sama keluarga di pulau jeju
16.  Mau makan dimsum sepuasnya
17.  Mau ke bengkulu dan liat bunga raflesia
18.  Mau jadi orang yang bener-bener taat beribadah
19.  Mau keliling Jakarta naek vespa
20.  Mau bikin Deposito
21.  Mau lancar berbahasa Inggris
22.  Mau jalan ke Bali
23.  Mau ke kampung Inggris
24.  Mau ke Teluk Kiluan di Lampung
25.  Mau mancing di laut sama Bokap
26.  Mau berlayar naik kapal pesiar
27.  Mau jadi make up artis terkenal
28.  Mau jadi guru les anak TK
29.  Mau beli apartment di Mediterania
30.  Mau jalan ke Bandung sama temen-temen SMP naik mobil
31.  Mau beli mobil Alphard
32.  Mau bikin Novel
33.  Mau makan pecel lele terenak di Lampung
34.  Mau punya pesawat pribadi
35.  Mau minum es bubble sepuasnya
36.  Mau jadi produser film di luar negri
37.  Mau ikut lomba menyanyi
38.  Mau dapetin beasiswa ke paris,amerika,atau inggris
39.  Mau punya kuku lentik dan di nail art
40.  Mau beli es buavita yang terbaru
41.  Mau buat tulisan lebih rapih dan bagus lagi
42.  Mau berenang di hotel bintang lima di bandung
43.  Mau ke seaworld dan trans studio
44.  Mau jadi designer terkenal
45.  Mau jadi arsitektur
46.  Mau biin rumah yang besar dan asri
47.  Mau pasang kawat gigi
48.  Mau bikin tato
49.  Mau nonton pertandingan basket dunia
50.  Mau jadi atlet renang
51.  Mau buat robot
52.  Mau koleksi berlian
53.  Mau ke kasino Las Vegas
54.  Mau punya salon dan butik
55.  Mau jadi pegawai bank
56.  Mau ke kampus UPH
57.  Mau ke pasar tradisional di palembang dan ke sungai musi
58.  Mau buka usaha kuliner
59.  Mau punya kamar yang luas
60.  Mau ke pabrik pembuatan coklat
61.  Mau jadi dubes Amerika
62.  Mau liburan ke Roma selama 2 minggu
63.  Mau jadi pemain gitar yang hebat
64.  Mau ke korea dan ketemu group band CN BLUE
65.  Mau punya bioskop pribadi
66.  Mau sedot lemak
67.  Mau pelihara anjing haciko
68.  Mau buat orang tua bangga
69.  Mau nyetir pesawat terbang
70.  Mau hapalin vocab 1 kamus
71.  Mau buat taman bermain  impian kecil
72.  Mau beli boneka hello kitty yang limited edition dan yang paling gede
73.  Mau jadi programmer  komputer yang hebat
74.  Mau punya kebun buah sendiri
75.  Mau punya keluarga yang bahagia dalam segi apapun
76.  Mau buat pesta pernikahan yang mewah
77.  Mau pakai baju pengantin yang terbuat dari sutra dan berlian
78.  Mau kue pengantin 15 tingkat
79.  Mau beli PS3
80.  Mau ke situs sejarah yang ada di seluruh dunia
81.  Mau menaikan haji orang tua
82.  Mau jadi pemain film drama
83.  Mau buat drama musikal
84.  Mau jadi penyiar radio
85.  Mau punya koleksi sepatu
86.  Mau foto dan reuni bareng teman SMP dan SD
87.  Mau putihin badan
88.  Mau punya rumah yang super canggih
89.  Mau jadi pengacara
90.  Mau jadi pramugari
91.  Mau makan duren di atas pohon nya
92.  Mau ajak mama jalan ke taiwan
93.  Mau ke perpustakaan yang ada di universitas luar negri
94.  Mau punya studio musik
95.  Mau beli motor ninja
96.  Mau jadi pengusaha
97.  Mau nikah umur 26
98.  Mau jadi dokter
99.  Mau buat ruangan yang di penuhi koleksi komik
100 . Mau keliling dunia sama suami,anak,ayah,ibu,kakak,kakek,ponakan,dll.

Kamis, 10 Januari 2013

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA


            Kerukunan umat beragama adalah suatu bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat adanya toleransi agama. Toleransi agama adalah suatu sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama. Kerukunan umat beragama adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sebuah kesejahteraan hidup di negeri ini.

            Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak. Tak hanya masalah adat istiadat atau budaya seni, tapi juga termasuk agama. Walau mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, ada beberapa agama lain yang juga dianut penduduk ini. Kristen, Khatilik, Hindu, dan Budha adalah contoh agama yang juga banyak dipeluk oleh warga Indonesia. 
Setiap agama tentu punya aturan masing-masing dalam beribadah. Namun perbedaan ini bukanlah alasan untuk berpecah belah. Sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, kita harus menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia agar negara ini tetap menjadi satu kesatuan yang utuh

Macam-Macam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
  • Kerukunan antar pemeluk agama yang sama, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut satu agama. Misalnya, kerukunan sesama orang Islam atau kerukunan sesama penganut Kristen.

  • Kerukunan antar umat beragama lain, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama berbeda-beda. Misalnya, kerukunan antar umat Islam dan Kristen, antara pemeluk agama Kristen dan Budha, atau kerukunan yang dilakukan oleh semua agama.

Bagaimana Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
  • Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yang berbeda.Rasa toleransi bisa berbentuk dalam macam-macam hal. Misal, perijinan pembangunan tempat ibadah oleh pemerintah, tidak saling mengejek dan mengganggu umat lain, atau memberi waktu pada umat lain untuk beribadah bila memang sudah waktunya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap toleransi. Hal ini sangat penting demi menjaga tali kerukunan umat beragama di Indonesia.

  • Selalu siap membantu sesama. Jangan melakukan diskriminasi terhadap suatu agama, terutama saat mereka membutuhkan bantuan. Misalnya, di suatu daerah di Indonesia mengalami bencana alam. Mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Kristen. Bagi Anda yang memeluk agama lain, jangan lantas malas untuk membantu saudara sebangsa yang sedang kesusahan hanya karena perbedaan agama.

  • Selalu jagalah rasa hormat pada orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut. Misalnya dengan selalu berbicara halus dan tidak sinis. Hal ini tentu akan mempererat kerukunan umat beragama di Indonesia.

·         Bila terjadi masalah yang menyangkut agama, tetap selesaikan dengan kepala dingin tanpa harus saling menyalahkan. Para pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan peranannya dalam pencapaian solusi yang baik dan tidak merugikan pihak manapun, atau mungkin malah menguntungkan semua pihak.

Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Sebagai contoh yaitu dalam mendirikan rumah ibadah harus memperhatikan pertimbangan Ormas keagamaan yang berbadan hokum dan telah terdaftar di pemerintah daerah.

Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat Daerah, Provinsi, maupun Negara pusat merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerinth lainnya. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfalisitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, mengkoordinasi kegiatan instnsi vertical, menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati, saling percaya diantara umat beragama, bahkan menerbitkan rumah ibadah.

Sesuai dengan tingkatannya Forum Krukunan Umat Beragama dibentuk di Provinsi dan Kabupaten. Dengan hubungan yang bersifat konsultatif gengan tugas melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat, menampung aspirasi Ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan.

Kerukunan antar umat beragama dapat diwujdkan dengan;
1. Saling tenggang rasa, saling menghargai, toleransi antar umat beragama
2. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
3. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya, dan
4. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan
Negara atau Pemerintah.

Dengan demikian akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama, ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.



PENGERTIAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA MENURUT
ISLAM
Kerukunan umat beragama dalam islam yakni Ukhuwah Islamiah. Ukhuah islamiah berasl dari kata dasar “Akhu” yang berarti saudara, teman, sahabat, Kata “Ukhuwah” sebagai kata jadian dan mempunyai pengertian atau menjadi kata benda abstrak persaudaraan, persahabatan, dan dapat pula berarti pergaulan. Sedangkan Islaiyah berasal dari kata Islam yang dalam hal ini menjadi atau memberi sifat Ukhuwah, sehingga jika dipadukan antara kata Ukhuwah dan Islamiyah akan berarti persaudaraan islam atau pergaulan menurut islam.

Dapat dikatakan bahwa pengertian Ukhuah Islamiyah adalah gambaran tentang hubungan antara orang-orang islam sebagai satu persaudaraan, dimana antara yang satu dengan yang lain seakan akan berada dalam satu ikatan. Ada hadits yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan antara sesame islam dalam menjamin Ukhuwah Islamuah yang berarti bahwa antara umat islam itu laksana satu tubuh, apabila sakit salah satu anggota badan itu, maka seluruh badan akan merasakan sakitnya. Dikatakan juga bahwa umat muslim itu bagaikan sutu bangunan yang saling menunjang satu sama lain.

Pelaksanaan Ukhuwah Islamiyah menjadi actual, bila dihubungkan dengan masalah solidaritas social. Bagi umat Islam, Ukhuwah Islamiyah adalah suatu yang masyru’ artinya diperintahkan oleh agama. Kata persatuan, kesatuan, dan solidaritas akan terasa lebih tinggi bobotnya bila disebut dengan Ukhuwah. Apabila bila kata Ukhuwah dirangkaikan dengan kata Islamiyah, maka ia akan menggambarkan satu bentuk dasar yakni Persaudaraan Islam merupakan potensi yang obyektif.

Ibadah seperti zakat, sedekah, dan lain-lain mempunyai hubungan konseptual dengan cita ukhuwah islamiyah. Ukhuwah islamiyah itu sendiri bukanlah tujuan, Ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan yang menjelmakan kerukunan hidup umat dan bangs, juga untuk kemajuan agama, Negara, dan kemanusiaan.

 “Janganlah bermusuh- musuhan, maka Allah menjinakan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” (QS. Ali Imran: 103)
Artinya: “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai dan berselisih sesudah dating keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang0orang yang mendapat siksa yang berat. (QS. Ali Imran 105).

MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA 
Umat Beragama Diharapkan Perkuat Kerukunan Jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara
Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap dialog antar-umat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan berbangsa.

“Sebab jika agama dapat dikembangkan sebagai faktor pemersatu maka ia akan memberikan sumbangan bagi stabilitas dan kemajuan suatu negara,” katanya dalam Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk Mengantar NKRI di Jakarta, Rabu.
Pada pertemuan yang dihadiri tokoh-tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu itu Maftuh menjelaskan, kerukunan umat beragama di Indonesia pada dasarnya telah mengalami banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir namun beberapa persoalan, baik yang bersifat internal maupun antar-umat beragama, hingga kini masih sering muncul.

Menurut dia, kondisi yang demikian menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama tidak bersifat imun melainkan terkait dan terpengaruh dinamika sosial yang terus berkembang. “Karena itu upaya memelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif, terus-menerus, tidak boleh berhenti,” katanya.

Dalam hal ini, Maftuh menjelaskan, tokoh dan umat beragama dapat memberikan kontribusi dengan berdialog secara jujur, berkolaborasi dan bersinergi untuk menggalang kekuatan bersama guna mengatasi berbagai masalah sosial termasuk kemiskinan dan kebodohan.
Ia juga mengutip perspektif pemikiran Pendeta Viktor Tanja yang menyatakan bahwa misi agama atau dakwah yang kini harus digalakkan adalah misi dengan tujuan meningkatkan sumber daya insani bangsa, baik secara ilmu maupun karakter. “Hal itu kemudian perlu dijadikan sebagai titik temu agenda bersama lintas agama,” katanya

Mengelola kemajemukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan masyarakat Indonesia memang majemuk dan kemajemukan itu bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar.
“Kemajemukan adalah realita yang tak dapat dihindari namun itu bukan untuk dihapuskan. Supaya bisa menjadi pemersatu, kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar,” katanya. Ia menambahkan, untuk mengelola kemajemukan secara baik dan benar diperlukan dialog berkejujuran guna mengurai permasalahan yang selama ini mengganjal di masing-masing kelompok masyarakat.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Navanethem Pillay mengapresiasi kerukunan umat beragama di Indonesia. Bahkan menilai instansi Kementerian Agama sebagai cermin kerukunan di tanah air.
Pernyataan tersebut dikemukakan Navanethem Pillay saat menemui pejabat Kementerian Agama di Jakarta, guna memperoleh informasi tentang kerukunan umat beragama di Indonesia.
Dalam kesempatan itu Navi, sapaan akrab Navanethem Pillay disambut oleh Sekjen Kemenag Bahrul Hayat didampingi Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, Dirjen Bimas Kristen Saur Hasugian, Dirjen Bimas Katolik Semara Duran Antonius, Dirjen Bimas Buddha Joko Wuryanto, Dirjen Pendidikan Islam Nur Syam serta Staf Ahli Menteri Agama yang juga Plh Kabalitbang dan Diklat Machasin.
Sekjen mengungkapkan, Navi mempertanyakan sejumlah kebijakan pemerintah tentang kerukunan umat beragama di Indonesia. Misalnya dalam mengatasi kasus Syiah Sampang, Gereja Yasmin dan Ahmadiyah.
”Kami katakan kerukunan umat beragama di Indonesia cukup baik. Kalau memang masih ada masalah sebenarnya tidak sebesar anggapan para pengamat,” kata Bahrul Hayat.
Mengenai masalah pembangunan gereja, kata dia, sebenarnya dalam pembangunan rumah ibadah berjalan lancar. Bahkan pembangunan gereja dalam beberapa tahun ini meningkat 165 persen, ini lebih tinggi jika dibandingkan pembangunan masjid hanya 60 persen.
”Sebenarnya ada juga pembangunan masjid yang terhalang ijinnya, tapi tidak jadi masalah,” kata Bahrul. Menurutnya, apabila semua pihak mampu menahan diri serta bersikap toleran maka kerukunan akan lebih kondusif.
Mengenai instansi Kementerian Agama, kata Bahrul, Navi menilai sebagai cermin dari kerukunan umat beragama. Karena di lembaga ini ada seluruh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat berbagai agama. ”Ini cermin kerukunan umat beragama,” kata Bahrul mengutip Navanethem Pillay

PENDAPAT SAYA :

menurut saya kerukunan umat beragama itu adalah saling menghargai satu sama lain, tanpa memandang suatu perbedaan. Kita dilahirkan sama dan hanya saja kita berbeda agama, tapi bukan alasan itu yang membuat kita berjauh-jauhan saling mengejek satu sama lain.
Saya sebagai seorang muslim tidak menentukan jarak kepada siapa saya harus berteman atau berinteraksi. Berteman dengan seorang dengan agama yang berbeda menurut saya itu sah saja dan tidak membuat saya berpindah ke agama dimana saya dominan berinteraksi.
Dengan cara kita menghargai mereka dengan cara menghargai ibadahnya menghargai agamanya kita lebih menjadi manusia yang sesunguhnya manusia yang tidak membedakan satu sama lainnya.

apabila kita menghargai mereka , mereka pun akan menghargai kita sebagai manusia yang berbeda agama dengannya.oleh karna itu jangan lah membuat jarak diantara umat yang berbeda agama hargai lah mereka dan mereka pun akan menghargai kita sedemikian kita menghargai mereka dan juga agamanya.

 http://studentsite.gunadarma.ac.id/login.php
 http://baak.gunadarma.ac.id/ 
 http://v-class.gunadarma.ac.id/
 http://library.gunadarma.ac.id/

sumber :
https://www.google.com/